Beberapa hari lalu, seorang teman meminta
saya untuk membaca sebuah posting dalam milis yang diikutinya.
Meskiagakogah-ogahan, demi menyenangkannya, saya pun membacanya.
Ternyata isinya mengundang selera saya. Rupanya pengirimnya mengomentari
aksi anarkisme terhadap beberapa orang yang dianggap sebagai penyebar
aliran sesat (baca: Syiah). Ia mencoba untuk mengangkat sebuah hipotesa
yang cukup tajam sekaligus menggelikan.
Meski mengaku penentang anarkisme, ia
mengingatkan bahwa aksi anarki yang terjadi di Bangil itu adalah akibat
dan reaksi serta kulminasi dari gerah terhadap orang-orang Syiah, yang
menurutnya, tidak semestinya melakukan misionari di tengah masyarakat
sunni.
Ia nampaknya mengemukakan vandalisme itu sebagai aploogi dan justifikasi implisit.

